Tampilkan postingan dengan label Corona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Corona. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 April 2020


MASYARAKAT DAN COVID 19


Coronavirus, merupakan virus RNA strain tunggal positif, berkapsul, dan tidak bersegmen. Kebanyakan Coronavirus menginfeksi hewan dan bersikulasi dihewan, dia dapat menyebabkan sejumlah penyakt berat pada hewan, diantaranya babi, sapi, kuda, kucing dan ayam. Coronavirus disebut dengan virus zoonotic yaitu virus yang ditransmisikan dari hewan ke manusia. Banyak hewan liar yang dapat membawa patogen dan bertindak sebagai vector untuk penyakit menular tertentu.
Masa inkubasi virus ini selama 7-14 hari, dan menyebar melalui udara dan kontak langsung dengan penderita Gejalanya demam >38 C, batuk, sesak napas yang membutuhkan perawatan di RS. Gejala ini diperberat jika penderita adalah usia lanjut dan mempunyai penyakit penyerta lainnya, seperti penyakit paru obstruktif menahun atau penyakit jantung.
Penyakit infeksi ini pertama kali muncul di Kota Wuhan, China pada sekitar akhir Desember 2019, dan kasus yang positif pertama kali di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020. Sampai saat ini, masih belum ada vaksin yang dapat digunakan. Oleh sebab itu, upaya pengendalian yang dapat dilakukan dalam waktu singkat adalah kesiapsiagaan. Di Indonesia sendiri telah diberlakukan physical distancing (sebelumya adalah social distancing, terus kemudian diperbarui oleh WHO menjadi physical distancing), lockdown dibeberapa daerah dan baru saja mengesahkan tentang UU PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) namun tidak memberlakukan larangan untuk mudik sebagai upaya pengendalian penularan COVID-19 ini.
Karena kebijakan pemerintah tersebut diatas, akibatnya karyawan di beberapa perusahaan di Ibu Kota di berhentikan atau PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), dari data sementara kurang lebih ada 1,4 Juta karyawan di PHK karena COVID-19, ini masih akan terus berlanjut. Hal ini dirasa adalah salah satu pemicu utama keinginan warga Kota besar untuk mudik (Pulang Kampung), karena keterbatasan ekonomi dan tidak adanya pekerjaan yang pasti. Hal tersebut juga dapat menekan tingkat stress seseorang, dimana pada saat stress akan meningkatkan hormone katekolamin dan akan menekan produksi imun tubuh seseorang, padahal dari yang kita tahu meningkatkan sistem imun adalah salah satu cara untuk mencegah keparahan dari penyakit COVID-19 ini.
Bertepatan dengan akan datangnya bulan Ramadhan 1441 H, tradisi mudik atau pulang kampung diduga akan menyebabkan dampak penularan yang besar ke daerah-daerah, karena setiap orang yang akan pulang tersebut tidak tahu pasti bahwa dia membawa virus yang didapat dari kota atau dari jalan dan tidak bergejala atau tidak. Sebaiknya pemberhentian kendaraan umum dirasa cukup membantu mengurangi penularan COVID-19, setiap orang dihimbau untuk melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi, sehingga mengurangi resiko terpapar virus saat perjalanan pulang dan melakukan isolasi mandiri selama paling tidak minimal 14 hari jika dirasa keputusan lockdown disemua daerah belum bisa dilakukan karena perihal ekonomi. Hal ini juga dipertimbangkan dengan keadaan Indonesia sebagai Negara kepulauan, yang seharusnya lebih mudah melakukan pencegahan penularan jika penyebrangan antar pulau dibuat lebih ketat dan teliti atau bahkan diberhentikan untuk penumpang.
Pentingnya edukasi masyarakat mengenai pengertian, cara penularan, cara pencegahan dan pengobatan juga perlu dilakukan, karena banyaknya masyarakat awam yang hanya tahu dari sosial media yang tidak valid (tidak bisa dimintai pertanggung jawabannya) dan menyebabkan salahnya cara pencegahan dan penanganan COVID-19 ini. Hal ini juga bertujuan untuk membuat masyarakat tenang namun waspada, sehingga sistem imun atau kekebalan tubuh dapat diproduksi dengan baik.


Referensi

Burhan, erlina. Isbaniyah, fathiyah. Dwi santoso agus., et al. 2020. Pneumonia covid-19 penanganan dan penatalaksanaan di indonesia. Perhimpunan dokter paru Indonesia :Jakarta

Pemerintah republik indonesia. Pemberlakuan PSBB 2020 https://setkab.go.id/inilah-pp-pembatasan-sosial-berskala-besar-untuk-percepatan-penanganan-covid-19/. Diakses pada tanggal 21 pukul 20:20

Kementrian kesehatan RI. 2020. Pedoman kesiapsiagaan menghadapi infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV). Jakarta: Kementrian Kesehatan RI

WHO. Novel Coronavirus (2019-nCoV) Situation Report-1. Januari 21, 2020.


Penulis : FATHUL MUNI’EM | 21601101074

MUDIK DI TENGAH PANDEMI COVID 19, BOLEH GAK SIH?

Beberapa saat lagi, sudah memasuki bulan Ramadhan, yang mana merupakan salah satu bulan pilihan di kalender hijriyah umat muslim. Di penghujung bulan Ramadhan, terdapat hari Raya Idul Fitri yang biasanya digunakan sebagai moment berkumpul keluarga di kampung halaman. Orang-orang mengenalnya dengan istilah… mudik.
Kejadian pandemic COVID-19 ini, mengharuskan kita, warga Indonesia untuk mengikuti himbauan pemerintah yakni “dirumah aja”. Hal tersebut dilakukan pemerintah sebagai upaya pencegahan dari virus corona yang saat ini sedang marak.
Virus ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit COVID 19 batuk atau mengeluarkan napas. Percikan tersebut dapat menempel pada benda-benda atau permukaan-permukaan sekitar. Orang yang menyentuk benda atau permukaan tersebut, yang kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut, dapat tertular virus corona. Maka dari itu, penting untuk menjaga jarak >1 meter dengan orang yang sakit. Bahkan dengan orang yang terlihat sehat sekalipun, yang kita kenal dengan “sosial distancing”.
Dalam kondisi seperti ini, penularan virus corona penyebab COVID 19 bisa saja terjadi saat mudik, bahkan sangat mungkin terjadi saat perjalanan. Dengan perjalanan mudik tersebut, seseorang bisa saja berpotensi terkontak dengan orang lain yang terinveksi virus corona namun dengan gejala ringan ataupun tanpa gejala. Hal tersebut dikatakan bahwa perjalanan mudik dinyatakan “tidak aman” untuk dilakukan.
Bahkan bisa saja, mereka yang akan melakukan perjalanan mudik, memiliki kekebalan tubuh yang kuat terhadap virus corona ini, sehingga tidak menimbulkan gejala ataupun gejala ringan. Bila orang tersebut melakukan perjalanan mudik, maka dia berpotensi menyebarkan virus SARS-CoV-2 tanpa dia terasa. Bagi orang dengan kekebalan imun yang cukup rendah, maka akan menimbulkan manifestasi klinisbaik ringan, sedang, ataupun berat.
Maka dari itu, kita diharapkan tetap berada di rumah, rajin mencuci tangan menggunakan sabun sesuai langkah WHO (World Health Organization) yakni 6 langkah dan dengan air mengalir, keluar rumah hanya bila sangat diperlukan, menggunakan masker saat keluar rumah, hindari kerumunan orang, dan segera selesaikan urusan di luar rumah kemudian segera pulang. Kita tidak pernah tahu, siapa yang dapat menginfeksi virus, maka dari itu, jaga diri kita dengan tetap #dirumahaja dan tunda mudik untuk tahun ini.
Majunya teknologi zaman saat ini, jangan khawatir, kita tetap bisa bertemu keluarga di rumah via video call. Hal ini bisa digunakan sebagai alternative obat kangen dengan keluarga di kampung halaman. Yuk, tunda mudik untuk kemaslahatan dan Kesehatan Indonesia.

2. Web organisasi Kesehatan International, WHO (World Helath Oranization) https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa-for-public

Penulis : ISNA AULIA ZAMZAMY | 21601101080



Corona hilang masalah datang

Disaat pandemi Virus Corona ini pemerintah telah mengajurkan bagi seluruh warga untuk melakukan segala aktifitas dirumah, seperti misalnya bekerja, beribadah, olahraga, serta aktivitas lainnya yang dapat dilakukan tanpa perlu keluar dari rumah demi mencegah rantai penularan dari virus ini. Namun apakah saat melakukan aktifitas dirumah dapat menjamin kegiatan fisik kita sama seperti saat menjalani aktifitas diluar rumah?
Yuk bahas seberapa penting sebenarnya melakukan olahraga minimal sehari sekali agar disaat kita menjalani aktifitas dari rumah ini, terdapat beberapa ancaman permasalahan yang terjadi apabila kita jarang berolahraga terlebih pada saat ini diberlakukan kebijakan seperti ini. Adapun beberapa masalah penyakit yang dapat mendatangi kita akibat jarang berolahraga, antara lain;

Gangguan pola tidur
Apabila tubuh kurang gerak seperti jarang berolahraga, maka hanya sedikit energi yang terpakai oleh tubuh. Akibatnya kita akan mudah terjaga lebih lama, atau mungkin sepanjang malam saat waktunya tidur karena kelebihan energi yang tidak tersalurkan.
Penambahan berat badan
Disaat kita jarang berolahraga maka jumlah kalori yang terbakar akan lebih sedikit, akibatnya kelebihan kalori tersebut dapat menjadikan tumpukan lemak sehingga otomatis berat badan kita juga ikut bertambah. Maka dari itu olahraga diperlukan supaya kalori dan lemak didalam tubuh dapat berkurang.
Memicu stress
Olahraga dapat melepaskan hormone endorphin dimana hormone tersebut dapat membuat suasana hati kita dapat lebih bahagia atau merasa lebih baik, disaat jarang berolahraga maka hormone tersebut jarang dikeluarkan akibatnya lama kelamaan dapat memicu stress
Osteoporosis
Disaat kita jarang melakukan olahraga atau aktifitas fisik maka sama saja kita jarang melatih otot dan tulang, akibatnya apabila terlalu lama tidak dilatih maka kemampuan otot dan tulang kita dapat melemah dan tidak dapat dipungkiri resiko  osteoporosis semakin tinggi
Metabolisme yang lambat
Apabila olahraga dapat mempercepat metabolisme dalam tubuh, maka sebaliknya apabila kita jarang berolahraga maka metabolism itu akan melambat. Adapun resiko melambatnya metabolism antara lain seperti peningkatan berat badan, peningkatan factor resiko penyakit, dan sebagainya

Maka dari itu kesehatan sangat penting bagi manusia, karena kesehatan merupakan anugrah dari Allah dan kita sangat membutuhkan kondisi kesehatan yang baik, setiap manusia akan sulit dalam melakukan aktifitasnya sehari-hari. Salah satu cara agar kesehatan tetap terjaga dengan baik adalah melalui olahraga yang rutin dan teratur. Partisipasi masyarakat disaat melawan pandemic virus corona ini dalam melakukan kegiatan olahraga diharapkan semakin meningkat seiring berjalannya waktu karena peran olahraga ini sangat penting dalam mendukung terciptanya sumber daya manusia yang memiliki kualitas fisik yang baik sudah tidak diragukan lagi. Selain bermanfaat untuk jasmani, olahraga juga berperan dalam pengembangan karakter bangsa.

Thai Health Promotion Foundation. Physical Activity and Sport for Health. Diakses dari: http://en.thaihealth.or.th/plans/exercise.
Farhan. (2011). Olahraga Berperan Tingkatkan Kualitas SDM. Diakses dari: http://www.garutkab.go.id/pub/news/plain/6305-olahraga-berperan-tingkatkankualitas-sdm/, tanggal 7
Mei 2013. Kusnan. (2013). Olahraga dalam Membangun Kualitas Sumber Daya yang Sehat dan Bugar. Diakses dari: http://www.stkippgrismp.ac.id/olah-raga-dalam-membangunkualitas-sumber-daya-yang-sehat-ketahanan-tubuh-terhadap-penyakit-danbugar/, tanggal 7 Mei 2013.


Nama ; Dicky Firmansyah
NIM ; 21601101089

Jumat, 24 April 2020

Saatnya Kaum Rebahan Berkontribusi Untuk Negara:  Putus Rantai Penyebaran Covid-19 dengan #dirumahaja

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah jenis baru dari coronavirus yang dapat menyerang manusia. Infeksi virus ini disebut Covid-19 dan pertama kali ditemukan pada akhir Desember 2019 di Wuhan, Cina yang kemudian menyebar di 180 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Secara umum, Covid-19 dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian. Berdasarkan data dari WHO, rata-rata tingkat kematian akibat virus ini mencapai 4,07% kasus. Sedangkan di Indonesia angka kematian akibat Covid-19 adalah dua kali lipat lebih tinggi dari rata-rata tingkat kematian dunia akibat pandemik ini, yaitu sebesar 8,37%. Onset penyakit yang parah dapat menyebabkan kematian karena kerusakan alveolar yang masif dan kegagalan pernapasan progresif.
Tingginya angka kematian akibat Covid-19 terutama terkait faktor usia. Makin tinggi usia, makin tinggi tingkat kematiannya. Selain faktor usia, orang lanjut usia makin rentan dengan adanya factor penyakit penyerta, seperti kencing manis, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit paru, dan kanker. Kelompok orang seperti inilah yang sangat beresiko, dan jika teinfeksi bias berujung pada kematian.
Covid-19 menyebar dari orang ke orang secara droplet, melalui tetesan cairan hidung atau mulut ketika orang yang terinfeksi virus ini batuk, bersin, atau berbicara, sehingga dalam hal ini sangat penting untuk menjaga jarak dengan orang lain minimal satu meter. Tetesan ini juga dapat mendarat di sebuah benda atau permukaan benda yang jika benda tersebut disentuh oleh orang sehat dan kemudian orang tersebut menyentuh hidung, mata, dan mulutnya maka orang tersebut akan terinfeksi, sehingga sangat penting bagi kita untuk sering melakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau membersihkannya dengan alcohol.
Melihat tingginya kasus postif dan kematian akibat Covid-19 di Indonesia, berbagai langkah diupayakan untuk memutus rantai penyebaran virus ini, mulai dari informasi seputar gejala infeksi Covid-19, tutorial pencegahannya, informasi rumah sakit rujukan, hingga himbauan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.
Kontribusi yang paling mudah bagi yang tidak terinfeksi Covid-19 adalah mengurangi aktivitas diluar rumah dengan melakukan physical distancing. Physical distancing atau pembatasan jarak fisik merupakan upaya untuk mengendalikan dan memutus rantai penyebaran infeksi virus ini. Saat melakukan physical distancing, kita diminta untuk tidak bepergian ke tempat yang ramai, seperti mall, restoran, pasar, dan lain sebagainya. Selain itu, sebisa mungkin kita juga diminta untuk menghindari penggunaan transportasi umum.
Saat melakukan physical distancing kita dapat melakukan aktivitas yang diperlukan #dirumahaja sembari menjaga kesehatan dan kebersihan. Bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah. Upaya #dirumahaja secara tidak lansung dapat melindungi diri sendiri, keluarga, dan orang banyak dari persebaran Covid-19. Tindakan ini merupakan bentuk upaya sederhana yang paling mudah dilakukan, terkhusus bagi kaum rebahan untuk berkontribusi bagi negara dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 dan membuat negara lekas membaik.
Jika dulu para pahlawan bangsa berjuang melawan penjajah dengan membawa senjata, sekarang saatnya kaum rebahan menjadi pahlawan bangsa berjuang melawan Covid-19 dengan #dirumahaja serta tetap menjaga kesehatan dan kebersihan.
Jika semua orang melakukan upaya ini, maka dampaknya sangat besar karena dapat mengurangi penularan dan memutus rantai penyebaran Covid-19. Mari bersatu berkontribusi untuk negara dalam melawan Covid-19 dengan #dirumahaja. Kita bisa karena kita satu!

Sumber :
Rohana HA, Byrareddy SN. 2020. The epidemiology and pathogenesis of coronavirus disease (Covid-19) outbreak. J.  Autoimun.
Huang C, Wang Y, Li X, Ren L, Zhao J, Hu Y, et al. 2020. Clinical features of patient infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. Lancet. 2020.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. 2020. Data Sebaran Covid-29 di Indonesia. Diakses pada 8 April 2020 https://www.covid19.go.id/
World Health Organization. 2020. Naming the Coronavirus Disease (Covid-19). Diakses pada tgl 9 April 2020 https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses

Penulis : IIN NURMUTMAINAH | 21601101042

Bagaimana dengan mereka yang tidak mendapatkan kesempatan WFH (Work From Home)  dan terpaksa bekerja di luar rumah ?


            Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dapat menular dari manusia ke manusia lainnya melalui percikan batuk/bersin (droplet), tidak melalui udara. Kejadian COVID-19 ini sudah menjadi pandemi itu sebabnya, pemerintah menghimbau masyarakat untuk melakukan WFH (Work From Home). Di tengah kondisi sekarang ini, sebagian orang mungkin senang bisa melakukan aktivitas atau bekerja di rumah melakukan WFH. Namun kebijakan pemerintah yang mengharuskan masyarakat untuk bekerja di rumah membuat sebagian kalangan mengeluh, karena ada profesi yang tidak bisa melakukan WFH.
            Beberapa profesi yang sering kita jumpai seperti tukang ojek, dokter, polisi, petugas SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) dan pekerja fasilitas publik lainnya, serta perusahaan yang mengharuskan karyawannya tetap bekerja di kantor mereka tidak bisa melakukan pekerjaan di rumah dan mereka akan mendapatkan uang dengan melayani orang di luar rumah. Dalam situasi tersebut tentunya perlu melakukan berbagai persiapan agar para pekerja tetap sehat dan terhindar dari COVID-19 serta mengantisipasi risiko tertular COVID-19 agar para pekerja tersebut tetap dapat melakukan pekerjaan dan mencari nafkah untuk keluarga nya.
            Ada beberapa hal yang dapat dipersiapkan sebelum melakukan pekerjaan di luar rumah pada saat pandemi COVID-19. Menurut pedoman Kementrian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2020 dapat melakukan upaya meningkatkan dan menjaga sistem imunitas agar tetap baik dapat dilakukan, seperti mengkonsumsi gizi seimbang, melakukan aktifitas fisik/senam ringan,istirahat yang cukup , mengkonsumsi suplemen vitamin,dan tidak merokok. Selain memiliki tubuh yang sehat dan bugar, pastikan pekerja yang melakukan pekerjaan di luar rumah pada masa pandemi juga memiliki perlengkapan, seperti menggunakan masker penutup hidung dan mulut serta membawa persediaan masker karena saat perjalanan tentu kita butuh beberapa masker bersih. Membawa hand sanitizer karena tidak selalu para pekerja mendapatkan air mengalir dan sabun saat dalam perjalanan. Walau sudah menggunakan masker dan hand sanitizer, tetap menjaga tangan agar tidak menyentuh area hidung, mulut, dan mata. Mengurangi kontak fisik seperti tidak bersalaman dan menjaga jarak minimal 1 meter.
            Beberapa perusahaan yang mengharuskan karyawan untuk tetap melakukan pekerjaan di kantor harus mengikuti protokol pencegahan di tempat kerja, sebagai berikut :
1. Staf disarankan untuk memantau kesehatan mereka sendiri dan menghindari bekerja jika ia memiliki gejala infeksi 2019-nCoV yang mencurigakan (termasuk demam, batuk, sakit tenggorokan, sesak dada, dispnea, kelelahan, mual dan muntah diare, konjungtivitis, nyeri otot , dll).
2. Staf dengan gejala yang mencurigakan harus diminta untuk meninggalkan tempat kerja.
3. Barang publik harus dibersihkan dan didesinfeksi secara teratur.
4. Pertahankan sirkulasi udara di ruang kantor.
5. Pastikan semua fasilitas ventilasi bekerja secara efsien. Filter AC harus dibersihkan secara teratur, membuka jendela ventilasi agar mendapatkan pergantian siklus udara.
6. Kamar kecil harus dilengkapi dengan pembersih tangan yang cukup dan memastikan pengoperasian fasilitas air yang normal.
7. Jagalah agar lingkungan tetap bersih dan rapi, dan bersihkan sampah tepat waktu.

Daftar Pustaka :
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. 2020. Pedoman kesiapsiagaan           menghadapi infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV). Kemenkes RI; Jakarta.
Kementerian Kesehatan (KEMENKES) Republik Indonesia.2020.  Pedoman Kesiapsiagaan         Menghadapi Coronavirus Disease (COVID-19) Revisi ke-3.
Yurianto, Achmad. 2020. Revisi Perarutan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi COVID-19
nomor: HK.02.02/III/753/2020. Jakarta. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.


Penulis : AUDYLA SRI PUTRI | 21601101064

Kamis, 23 April 2020



PANDEMI AFTER EFFECT

Pandemi merupakan wabah besar penyakit menular yang dapat meningkatkan mortalitas dan morbiditas di wilayah geografis yang luas dan menyebabkan gangguan ekonomi, sosial dan politik yang signifikan. Bukti menunjukkan bahwa kemungkinan pandemi telah meningkat selama abad terakhir karena peningkatan perjalanan dan integrasi global, urbanisasi, perubahan penggunaan lahan, dan eksploitasi yang lebih besar terhadap lingkungan alam. Pandemi telah terjadi sepanjang sejarah dan makin meningkat terutama munculnya penyakit virus dari hewan (Zoonotic). Resiko pandemi muncul dari gabungan “spark risk” dimana pandemi mungkin akan muncul dan “spread risk”  yaitu kemungkinan menyebar melalui populasi manusia.
Pada 2003 pandemi severe acute respiratory syndrome (SARS) telah meningkatkan kekhawatiran tentang avian influenza. Diantara semua patogen pandemi yang diketahui, influenza merupakan ancaman utama karena potensi keparahannya dan kejadian semireguler sejak setidaknya abad ke-16. Pandemi Influenza pada 1918 yang terkenal menewaskan sekitar 20-100 juta orang di seluruh dunia, dengan sedikit negara yang selamat. Tingkat keparahannya yang tinggi karena teknologi kesehatan yang terbatas pada masa itu, ketika tidak ada antibiotik, antivirus, atau vaksin yang tersedia untuk mengurangi penularan atau kematian.
Dalam 10 tahun terakhir, tercatat beberapa epidemi dan pandemi antara lain pada 2012 epidemi MERS di 22 negara menyebabkan 1.879 kasus dan 659 kematian dengan kerugian 2 miliar USD menyebabkan 14 miliar USD dalam pengeluaran stimulus pemerintahan Korea, pada 2013 epidemi Afrika Barat Ebola virus di 10 negara menyebabkan 28.646 kasus dan kematian 11.323 menyebabkan kerugian 2 miliar USD di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone, pada 2015 pandemi Zika virus di 76 negara menyebabkan 2.656 kasus mikrosefali menyebabkan kerugian 7-18 USD di Amerika Latin dan Karibia.
Munculnya perubahan perilaku individu, seperti keengganan yang ditimbulkan oleh rasa takut terhadap tempat kerja dan tempat-tempat pertemuan publik lainnya, merupakan penyebab utama guncangan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi selama pandemi. Beberapa langkah mitigasi pandemi dapat menyebabkan gangguan sosial dan ekonomi yang signifikan. Di negara-negara dengan institusi dan kestabilan politik yang lemah, pandemi dapat meningkatkan tekanan dan ketegangan politik. Dalam hal ini, langkah-langkah respons wabah seperti karantina telah memicu kekerasan dan ketegangan antara negara dan wabah.
Negara-negara yang dipersiapkan dengan baik memiliki lembaga publik yang efektif, ekonomi yang kuat, dan investasi yang memadai di sektor kesehatan. Mereka telah membangun kompetensi spesifik yang penting untuk medeteksi dan mengelola wabah penyakit, termasuk pengawasan, vaksinasi masal dan resiko komunikasi. Sangat berbanding terbalik dengan negara yang kurang persiapan.
Menurut data di Eropa, efek makroekonomi dapat bertahan sampai 40 tahun setelah pandemi. Sekitar 2/3 dari efek total diinduksi oleh supply, 1/3 oleh demand. ECB menurunkan suku bunga pada tahun 2006 (mendekati 100 basis poin) untuk mengimbangi jatuhnya aktivitas ekonomi, mengurangi komsumerisme dan meningkatkan investasi. Kejutan konsumsi negatif di kuartal pertama menyebabkan kejutan positif pada tabungan. Hal ini menjelaskan mengapa efek permintaan di tahun-tahun setelah pandemi akan sedikit positif. Namun harus diingat, bahwa Eropa memiliki penstabil otomatis dalam bentuk asuransi kesehatan dan transfer dari pemerintah yang menutupi biaya medis dan memberikan dukungan pendapatan, sehingga mengurangi dampak ekonomi dari pandemi.

Note : Negara dikelompokkan dalam kuintil kesiapsiagaan epidemi (1 = paling siap, 5 = paling tidak siap)


Penulis : ZAHRA TAZKIA NURUL HIKMAH | 21601101103

Sumber :

Madhav Nita dkk. 2017. Disease Control Priorities : Improving Health and Reducing Poverty. Edisi 3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK525302/ diakses pada 21 April 2020.

Jonung Lars dan Roeger Werner. 2006. European Economy. The Macroeconomic Effects of A Pandemic in European. https://ec.europa.eu/economy_finance/publications/pages/publication708_en.pdf diakses pada 21 April 2020.

Jordà, Ã’scar, Sanjay R. Singh, Alan M. Taylor. 2020. “Longer-Run Economic Consequences of Pandemics,” Federal Reserve Bank of San Francisco Working Paper 2020-09. https://doi.org/10.24148/wp2020-09

Senin, 20 April 2020


WARGA INDONESIA HARUS BERFIKIR POSITIF DAN SIAP MENSUPPORT PASIEN COVID 19

Virus corona atau COVID 19 kini menjadi masalah kesehatan dunia, bahkan WHO menetapkan COVID 19 sebagai pandemi sampai saat ini. Dengan banyaknya perubahan perilaku dan suasana saat ini, ditambah lagi dengan ketidakpastian kapan pandemi ini akan berakhir wajar bila merasa resah, bingung, cemas, takut, bahkan marah. Disaat seperti ini, penting untuk menjaga kesehatan baik fisik maupun mental  karena virus ini tidak hanya menyebabkan gejala dan penyakit fisik saja. Akan tetapi, juga memberikan dampak psikologis pada penderita maupun masyarakat umum.
Dukungan kesehatan jiwa dan psikososial (DKJSP) sangat diperlukan dengan tujuan melindungi atau meningkatkan kesejahteraan psikologis dan atau menangani kondisi kesehatan jiwa. Adanya mekanisme yang mendasari bahwa penurunan sistem imun tubuh dipengaruhi stress yang berlebih membuat orang tersebut menjadi imunokompromais. Akibatnya, orang tersebut rentang terinfeksi virus corona dan orang yang sudah terkena virus akan lama sembuhnya karena sistem tubuhnya tidak berfungsi secara maksimal.
Menurut Rini Setyowati, M.Psi., Psikolog mengatakan bahwa dampak psikologis bagi penderita bisa dirasakan seperti perasaan tertekan, stress, cemas saat didiagnosis positif COVID 19. Bahkan penderita bisa merasakan cemas atau khawatir secara berlebihan jika masyarakat berusaha mengucilkan dilingkungan sekitarnya.
Pada kondisi seperti ini, masyarakat bisa membantu dan memberikan dukungan ditengah kesulitan seperti sekarang ini. Bentuk dukungan kepada pasien COVID 19 yang mungkin anda bisa tiru.
1) Memaksimalkan  penggunaan teknologi
Anda bisa berkomunikasi baik dengan video atau hanya suara dan berkirim pesan. Biarkan orang tersebut tahu kalau dia tidak sendirian tetapi dia didukung semua orang. Jadilah pendengar yang baik dan selalu beri perhatian kepada mereka disaat senang atau sedih. Jangan menggunakan bahasa apapun yang besifat menghakimi dan membuat makin cemas.
2) Mengirimkan sesuatu
Salah satu yang bisa dilakukan adalah memberikan sesuatu. Memberikan sesuatu merupakan tanda dukungan dan tanda kasih sayang kepada pasien. Barang tersebut bisa bunga, kartu ucapan ataupun barang yang mereka butuhkan.
3) Doakan yang terbaik
Mendoakan merupakan para suatu dukungan spiritual mereka agar tetap semangat dalam menjalani hidup dan menghilangkan duka mendalam bagi pasien yang ditinggalkan oleh orang-orang terdekatnya akibat COVID 19
4) Berikan kata-kata motivasi
Kata-kata motivasi bisa berisi harapan, keyakinan, kekuatan, maupun ucapan positif. Pilihlah kata-kata motivasi yang merefleksikan kekuatan dan harapan penuh kedepan agar mereka termotivasi untuk sembuh.
Tidak hanya pasien COVID 19 saja yang menjadi perhatian, tetapi seluruh masyarakat juga ambil peran dalam pemutusan rantai penularan COVID 19 seperti melakukan physical distancing. Agar masyarakat tidak bosan, cemas, dan stress. Masyarakat bisa memanfaatkan teknologi untuk tetap bersilaturahmi seperti sambungan telepon, video call, atau melalui media sosial. Masyarakat pun boleh bertukar sapa atau mengobrol dengan tetangga tapi hindari kontak fisik seperti bersalaman atau berpelukan.
Selain bersosialisasi yang dijelaskan tadi untuk mencegah stress, masyarakat bisa membatasi konsumsi berita. Caranya batasi waktu untuk mencari informasi mengenai virus corona. Jangan habiskan waktu didepan TV atau jangan terus mencari informasi dan alihkan perhatian dan energi anda pada aktivitas yang menenangkan diri.

DAFTAR PUSTAKA
1. IASC, 2020. Catatan Tentang Aspek Kesehatan Jiwa dan Psikososial Wabah COVID 19 Versi 1.0
2. Website resmi tentang COVID 19 https://www.covid19.go.id/ diakses pada tanggal 19 April 2020 pukul 22:30
3. PDPI (2020). Pneumonia COVID 19. Diagnosis dan Tatalaksanaan di Indonesia. Jakarta: Kementrian RI
Penulis : Ahmad Zaki Azzam/ 21601101047

Sabtu, 18 April 2020



Bisa diambil pelajaran, bagaimana Taiwan merespon Covid-19?


Taiwan adalah salah satu negara dengan respon pandemik Covid-19 terbaik. Sejauh ini per 18 April 2020 terdapat 395 kasus dengan 6 kematian dan 166 kesembuhan, yang berarti tingkat kematiannya hanya 1,5% jauh di bawah rata-rata tingkat kematian dunia. Bagaimana cara Taiwan merespon Covid19?
Setahun setelah SARS, pada 2004 Taiwan membentuk NHCC (National Health Comman Center) yang fokus dalam manajemen penanganan wabah besar disamping itu NHCC juga bekerja sama dengan Central Epidemic Command Center (CECC), dan berbagai sistem komando lain.
Pada tanggal 31 Desember 2019, ketika China melaporkan kasus pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya, Taiwan mulai melakukan skrining pada orang-orang di pesawat yang datang dari Wuhan sebelum mereka turun dari pesawat. Selanjutnya pada 20 Januari 2020 ketika China melaporkan Sporadic case, Taiwan Centers for Disease Control (CDC) mulai mengaktifkan CECC. CECC kemudian bekerjasama dengan kementrian transportasi, ekonomi, ketenaga kerjaan, pendidikan, dan administrasi perlindungan lingkungan dalam upaya untuk menangani krisis kesehatan yang muncul.
Taiwan pada 20 Januari – 24 Februari telah melakukan setidaknya 124 tindakan yaitu kontrol perbatasan dari udara dan laut, identifikasi kasus (menggunakan data dan teknologi baru), karantina kasus suspect, penemuan kasus proaktif, alokasi sumber daya (menilai dan mengelola kapasitas), jaminan dan edukasi publik dengan melawan informasi yang salah, negosiasi dengan negara dan wilayah lain, merumuskan kebijakan sekolah dan perawatan anak-anak, serta bantuan untuk bisnis.
Salah satu contoh aksi nyata Taiwan yaitu dengan melakukan tracking dengan bantuan pendataan dari National Health Insurance Administration (NHIA) dan the National Immigration Agency kepada orang-orang dengan riwayat perjalanan 14 hari terakhir yang dicapai dalam 1 hari. Sistem registrasi rumah tangga bagi warga negara Taiwan dan entry card (kartu masuk) bagi orang asing memudahkan tracking oleh pemerintah kepada yang berisiko tinggi secara individual karena riwayat perjalanan ke wilayah yang terinfeksi.
Menurut wawancara yang dilakukan oleh detikcom kepada seorang WNI yang tinggal di Taiwan, Taiwan memberlakukan beberapa peraturan tegas selang 3 hari setelah kasus Covid-19 pertama kali muncul, berikut ini adalah daftar penanganan yang  saya rangkum dari hasil wawancara :
1.Produksi masker diambil alih oleh pemerintah, pemerintah melarang produsen mengekspor ke negara lain
2.Masker dibeli di apotek resmi dengan kartu serupa bpjs, diizinkan membeli hanya 2 minggu sekali dan mendapatkan 9 potong masker saja
3.Liburan musim dingin diperpanjang agar aktifitas di publik berkurang
4.Melarang kunjungan dari warga negara lain, semua negara. Kecuali warga Taiwan sendiri dan yang memiliki kartu kependudukan Taiwan
5.Warga dihimbau untuk lapor bila sakit
6.Pelayanan rumah sakit sangat baik. Ada yang lapor, langsung dijemput oleh ambulan, dan mendapat perawatan intensif
7.Denda yang banyak bagi siapa saja yang melanggar peraturan
8.Yang terpenting adalah transparansi strategi penanganan covid-19 oleh pemerintah kepada masyarakat dan kerjasama dari masayarakat.
Kesimpulan : Taiwan sudah berpengalaman dan belajar dari SARS pada tahun 2003 dan melakukan antisipasi untuk keadaan darurat yang akan datang di kemudian hari. Pemerintah Taiwan yang sudah berpengalaman dan terlatih, cepat dalam mengenali krisis dan segera megaktifkan manjemen darurat wabah yang terjadi. Transparansi informasi mengenai pandemik oleh pemerintah Taiwan mengenai Covid-19 yang berkala dan akurat kepada masyarakat, serta pesan pesan kesehatan yang disampaikan kepada masyarakat membuat masyarakat Taiwan dapat diajak untuk bekerja sama. Taiwan sebagai contoh bagaimana bertindak cepat dan bagaimana menlindungi warganya pada saat krisis.

Referensi :
Wang, C. J., Ng, C. Y. and Brook, R. H. (2020) ‘Response to COVID-19 in Taiwan: Big Data Analytics, New Technology, and Proactive Testing’, JAMA - Journal of the American Medical Association, 323(14), pp. 1341–1342. doi: 10.1001/jama.2020.3151.
Liputan6.com. 2020. Sempat Diabaikan WHO, Taiwan Dipuji Dunia karena Unggul Lawan Corona COVID-19. Tersedia di : https://www.liputan6.com/global/read/4230436/sempat-diabaikan-who-taiwan-dipuji-dunia-karena-unggul-lawan-corona-covid-19
DetikTravel. 2020. Cerita WNI yang Tinggal di Negara dengan Penanganan Corona Terbaik. Tersedia di https://travel.detik.com/travel-news/d-4978735/cerita-wni-yang-tinggal-di-negara-dengan-penanganan-corona-terbaik/1

Penulis : Deanita Yuliana Mahdi | 21601101073


Kamis, 16 April 2020


MENGHITUNG KANCING KARANTINA PANDEMI

Coronavirus adalah kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa Coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga penyakit serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
 Penyakit yang sebelumnya tidak dikenal sebelum terjadi wabah di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Yang dilaporkan kepada WHO pada 31 Desember 2019, kemudian pada 30 Januari 2020, WHO menyatakan wabah COVID-19 sebagai darurat kesehatan global.
Pada tanggal 11 Maret 2020, WHO menyatakan COVID-19 sebagai pandemik global. COVID-19 dapat menyebar dengan cepat, terutama melalui droplet yang keluar dari hidung ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.  Sebagian besar orang yang terinfeksi virus COVID-19 akan mengalami penyakit pernafasan ringan hingga sedang dan sembuh tanpa melakukan perawatan khusus. Orang yang lebih tua dan memiliki riwayat medis seperti penyakit Cardiovascular, Diabetes, penyakit pernafasan kronis dan Kanker lebih mungkin dapat menjadikan penyakit lebih serius
Tanggulangi COVID-19
Pada tanggal 10 april 2020 menurut Worldometer kasus virus Corona masih menunjukan peningkatan. Secara global di seluruh dunia tercatat 1.600.984 kasus, dengan jumlah kematian 95.604 dan sembuh sebanyak 355.671. mengutip dari BNPB penyebaran kasus virus Corona di Indonesia pada tanggal 9 April 2020 terkonfirmasi 3.293 kasus, 2.761 (83,845%) dalam perawatan, 252 (7,653%) dinyatakan sembuh dan 280(8.503%) meninggal.
Hingga kini baik secara global maupun Indonesia kasus virus corona terus meningkat sampai waktu yang tidak ditentukan. Dengan adanya pandemi yang merugikan banyak Negara dan masyarakat diperlukan tindakan cepat, tepat dan akurat. Salah satunya karantina wilayah.
Karantina wilayah adalah penerapan karantina terhadap suatu daerah dalam rangka mencegah perpindahan orang baik masuk maupun keluar wilayah untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit. Sejumlah Negara seperti, Cina, Italia, Denmark, Filipina, Irlandia, Perancis, dan Spanyol memutuskun untuk melakukan lockdown, dan langkah tersebut terbukti efektif untuk mencegah percepatan penyebaran virus.
Sepertiga dari populasi dunia hidup di bawah kebijakan pembatasan wilayah dan tidak lagi bebas berpergian. Cina memberlakukan penutupan wilayah sejak 23 januari dan dianggap sukses membendung penyebaran virus Corona, hingga kini jumlah infeksi virus Corona di Wuhan menurun drastis. Data John Hopkins University menunjukkan hingga selasa (31/3) pagi, sebanyak 76.192 orang dari 82.240 pasien positif COVID-19 di Cina dinyatakan sembuh.
Lonjakan kasus virus Corona di Italia membuat pemerintah memberlakukan penutupan wilayah/lockdown, pasien meninggal karena virus Corona mengalami penurunan. Wakil menteri Kesehatan Pirpaolo Sileri mengatakan data terbaru menunjukan penurunan jumlah orang terinfeksi dalam sepekan terakhir.
Sebelum menerapkan karantina wilayah, Indonesia harus menginformasikan langkah-langkah yang tepat untuk mengurangi kepanikan dan meningkatkan kepatuhan. Otoritas harus memberi  informasi yang jelas, terkini, pedoman yang transparan dan konsisten tentang tindakan karantina. Keterlibatan konstruktif dengan masyarakat juga dinilai sangat penting.
Masyarakat  yang dikarantina perlu disediakan dukungan baik secara finansial, sosial dan psikososial. Dan kebutuhan dasar, termasuk makanan, dan bahan pokok. Kebutuhan populasi yang rentan harus diprioritaskan.
Dengan diberlakukan karantina wilayah kita dapat berkaca dari Negara-negara yang sukses dan berhasil menekan angka penyebaran virus Corona, diharapkan penyebaran virus Corona mengalami  penurunan, rantai penularan berkurang, pusat kesehatan dan tenaga medis bekerja dengan fokus, jumlah korban meninggal dan positif tidak bertambah hingga perekonomian Indonesia membaik.


DAFTAR PUSTAKA
1.    https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019 (diakses pada tanggal 01 April 2020, pukul 13:05 WIB)
2.    https://emedicine.medscape.com/article/2500114-overview (diakses pada tanggal 01 April 2020, pukul 13:22 WIB)
3.    https://www.unicef.org/indonesia/id/coronavirus (diakses pada tanggal 02 April 2020, pukul 10:23 WIB)
4.    https://www.who.int/health-topics/coronavirus#tab=tab_1 (diakses pada tanggal 02 April 2020, pukul 10:40 WIB)
5.    https://www.covid19.go.id/situasi-virus-corona/ (diakses pada tanggal 02 April 2020, pukul 14:02 WIB)
6.    https://infeksiemerging.kemkes.go.id/ (diakses pada tanggal 03 April 2020, pukul 09:30 WIB)
7.    https://www.gov.uk/government/organisations/department-of-health-and-social-care (diakses pada tanggal 03 April 2020, pukul 10:00 WIB)

ditulis oleh : Muhammad Iqbal sugiharto | 21601101066