Mewujudkan keluarga sehat
melalui penanganan penyakit TBC
Program
Indonesia sehat ialah program agenda ke 5 nawa ciya yang ditujukan untuk
meningkatkan kualitas hdup masyarakat Indonesia. Program Indonesia Sehat
dilaksanakan dengan menegakkan tiga pilar utama dengan paradigma sehat,
penguatan pelayanan kesehatan, dan pelaksanaan jaminan kesehatan nasional. Pendekatan
ini dilakukan dengan dua belas dalam Indikator Keluarga Sehat.
Indikator-indikator tersebut adalah keluarga mengikuti KB, Ibu melakukan persalinan
di fasilitas kesehatan, bayi mendapat imunisasi dasar lengkap, bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan, memantau
pertumbuhan dan perkembangan balita tiap bulan, penderita TBC paru berobat
sesuai standar, penderita hipertensi berobat teratur, gangguan jiwa berat tidak
ditelantarkan, tidak ada anggota keluarga yang merokok, keluarga mempunyai
akses terhadap air bersih Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban
sehat, dan sekeluarga menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional.
Artikel
ini lebih focus mengenai Tuberculosis. Tuberkulosis (TBC)
ialah penyakit yang menular di sebabkan
oleh bakteri myobacterium tuberkulosis yang mampu menyerang paru namun dapat
juga mengenai organ tubuh lainnya. Indoesia merupakan negara yang termasuk
sebagai 5 besar dari 22 negara di dunia dengan banyaknya pasien TBC dan saat
ini timbul kedaruratan baru dalam penanggulangan TBC yaitu TBC resisten obat
(multi drug resistance/MDR). Untuk
menanggulangi penyakit TBC dan pengobatannya secara standart maka langkah pertama
ialah Identifikasi terduga TBC di antara
anggota keluarga, termasuk anak dan ibu hamil. Suspek atau terduga TBC adalah
seseorang dengan gejala atau tanda TBC batuk 2 minggu atau lebih dapat diikuti dengan
gejala lain yaitu dahak bercampur darah,sesak nafas, badan lemas, nafsu makan
menurun, berat badan menurun, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, demam.
Kedua tugas tingkat kesehatan tingkat 1 yaitu puskesmas ialah memfasilitasi
terduga TBC atau pasien TBC untuk mengakses pelayanan TBC yang sesuai standar
yang ada.
Ketiga
ialah pemberian informasi terkait pengendalian infeksi TBC kepada anggota
keluarga dan masyarakat, maka perlu di jelaskan kembali kepada keluarga pasien
dan dapat puskesmmas melakukan promosi kesehatan di masyarakat mengenai cara
penularan penyait TBC bisa melalui droplet dari orang yang terkena TBC maka untuk
pencegahan dan pengendalian faktor risiko TBC dilakukan dengan cara
membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, perilaku etika berbatuk,
Melakukan pemeliharaan dan perbaikan kualitas perumahan dan lingkungannya
sesuai dengan standar rumah sehat, Peningkatan daya tahan tubuh, pencegahan dan pengendalian infeksi TBCC di
Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dan di luar Fasilitas Pelayanan Kesehatan, serta
adanya promosi oleh kader PKK tentang pengobatan paru dengan pihak terkait
kemenkes / pemda. Ke empat Pengawasan kepatuhan pengobatan TBC melalui Pengawas
Menelan Obat (PMO) sesuai dengan ketentuan yang ada serta memberitahukan kepada
pasien selama pengobatan tidak di perbolehkan untuk berhenti sendiri ditengah
jalan harus mengikuti saran dari dokter saat control kembali dan dokter mampu
menjelaskan tentang pengobatan yang benar kepada pasien.
Pencegahan TBC dapat dilakukan dengan
mendapatkan vaksin Bacillus
Calmette-Guerin (BCG). Vaksin BCG umumnya diberikan saat bayi
karena dapat mencegah terinfeksi TBC saat usia anak-anak. Selain itu,
pencegahan TBC dapat dilakukan oleh seseorang yang terinfeksi TBC dengan cara
minum obat secara rutin hingga tuntas. Oleh sebab itu Mari stop TBC dengan melakukan pengobatan
hingga tuntas dan membawa anak anda untuk mendapatkan vaksin BCG
Created
by Dewi Damayanti | 21601101020
Sumber
:
1. Pedoman
Umum Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Jakarta: Kementerian Kesehatan
RI. 2016 ; 19-55
2.
Wanda Ayu. Mewujudkan Indonesia yang Sehat Lewat Pendekatan Keluarga. Online
2020 April 11.
3.
Marlina Indah . Dicari Para Pemimpin untuk Dunia Bebas TBC. Kementrian Kesehatan RI Pusat Data dan
Informasi. Online 2020 April 11.



