SEBERAPA PENTINGNYA ASI EKSKLUSIF BAGI BAYI???
PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang
dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong
dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan
di masyarakat. Pemberian ASI Eksklusif termasuk dalam PHBS di Rumah Tangga
dengan upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu
melaksanakan pemberian ASI eksklusif pada bayi baru lahir.
Air Susu Ibu (ASI)
adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang cukup dan
sesuai untuk kebutuhan bayi, sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan baik.
Air Susu Ibu pertama berupa cairan bening berwarna kekuningan (kolostrum),
sangat baik untuk bayi karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit. Selain itu ASI
juga menyediakan semua energi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk
bulan-bulan pertama kehidupan. (Kemenkes,2016)
Dalam rangka menurunkan
angka kesakitan dan kematian bayi, UNICEF dan WHO menargetkan pada tahun 2030
dapat mengurangi angka kematian neonatal paling sedikit 12 per 1.000 kelahiran
hidup dan kematian pada anak di bawah usia 5 tahun paling sedikit 25 per 1.000
kelahiran hidup. Hal tersebut dapat dicapai salah satunya dengan pemberian ASI
eksklusif dilaksanakan dengan baik. WHO juga merekomendasikan sebaiknya bayi
hanya disusui dengan air susu ibu (ASI) selama paling sedikit 6 bulan, dan
pemberian ASI dilanjutkan sampai bayi berumur dua tahun (WHO, 2018).
Di Indonesia, bayi yang
telah mendapatkan ASI eksklusif sampai usia enam bulan adalah sebesar 29,5%
(Profil Kesehatan Indonesia, 2017). Hal ini belum sesuai dengan target Rencana
Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019 yaitu persentase bayi usia
kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif sebesar 50%. Rendahnya
pemberian ASI merupakan ancaman bagi tumbuh kembang anak yang akan berpengaruh
pada pertumbuhan dan perkembangan kualitas sumber daya manusia secara umum
(Rahman, 2017).
Air Susu Ibu (ASI) memiliki banyak
kandungan dan manfaat bagi bayi seperti berikut:
1.Mengandung zat gizi sesuai kebutuhan bayi untuk
pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kecerdasan.
2.Mengandung zat kekebalan.
3.Melindungi bayi dari alergi.
4.Praktis, aman dan terjamin kebersihannya, karena
langsung disusukan kepada bayi dalam keadaan segar.
5.Membantu memperbaiki refleks menghisap, menelan dan
pernapasan bayi.
6.Menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dengan
bayi.
7.Mengurangi pendarahan setelah persalinan.
8.Mempercepat pemulihan kesehatan ibu.
9.Menunda kehamilan berikutnya.
10Mengurangi risiko terkena kanker payudara.
Harapanya dengan adanya
artikel ini dapat membantu dalam mengedukasi pembaca agar mengetahui pentingnya
pemberian ASI eksklusif pada bayi dan membantu pemerintah dalam mencapai target
rencana strategi Kementrian Kesehatan untuk pemberian ASI eksklusif.
Sumber :
Booklet PHBS di Rumah Tangga Kementrian
Kesehatan 2016
WABA. Breastfeeding: Foundation of Life.
http:worldbreastfeedingweek.org (diakses 20 juli 2020)
WHO. Infant and Young Child Feeding.
http:www.who.intnews-roomfact-sheetsdetailinfant-andyoung-child-feeding
(diakses 20 juli 2020)
Penulis : Denis Septian/21601101028









